Archive for the ‘Balai’ Category
Pemenang Lomba Blog Bahasa
Kamsia Telkom Banjarmasin
Ternyata yang ditakutkan sebagian teman-teman di instansi lain tidak terjadi di instansiku. Jika di tempat lain perbaikan yang dilakukan posko Jardiknas terhadap kerusakan koneksi internet agak lemot hingga berbulan-bulan, di instansiku cuma butuh waktu 1 minggu saja. Akibat pemadaman listrik yang tidak beraturan router di sini akhirnya ambruk juga. Alat satu ini yang sangat sensitif benar-benar menjadi momok jika terjadi pemadaman listrik yang tiba-tiba.
Salut buat Posko Jardiknas terutama dari jajaran Telkom Banjarmasin yang telah membantu begitu besar terutama Mas Sugeng yang bersedia PP dari Banjarmasin ke Banjarbaru. Kamsia…. Kamsia…. Mudahan tidak terjadi masalah lagi. MERDEKA!!!
Kamsia Telkom Banjarmasin
Ternyata yang ditakutkan sebagian teman-teman di instansi lain tidak terjadi di instansiku. Jika di tempat lain perbaikan yang dilakukan posko Jardiknas terhadap kerusakan koneksi internet agak lemot hingga berbulan-bulan, di instansiku cuma butuh waktu 1 minggu saja. Akibat pemadaman listrik yang tidak beraturan router di sini akhirnya ambruk juga. Alat satu ini yang sangat sensitif benar-benar menjadi momok jika terjadi pemadaman listrik yang tiba-tiba.
Salut buat Posko Jardiknas terutama dari jajaran Telkom Banjarmasin yang telah membantu begitu besar terutama Mas Sugeng yang bersedia PP dari Banjarmasin ke Banjarbaru. Kamsia…. Kamsia…. Mudahan tidak terjadi masalah lagi. MERDEKA!!!
Antusias Wartawan Ikut Lokakarya
Begitu besar dan pentingnya peran dari media massa dalam meningkatkan dan menjaga bahasa Indonesia di masyarakat sehingga membuka kesadaran wartawan untuk lebih mendalami penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal itu tidak terlepas dari keinginan dan kemampuan wartawan membuka diri untuk belajar dan memahami bahasa Indonesia yang selama ini dianggap mudah dan tidak perlu dipelajari oleh masyarakat kita. Ternyata bahasa Indonesia sendiri lebih sulit dipelajari dibandingkan dengan bahasa asing yang banyak dipelajari di sekolah formal maupun lembaga nonformal.
“Rendahnya nilai UAN dan nilai mata pelajaran ini oleh pelajar merupakan salah satu contoh yang nyata kurangnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar” ujar salah satu peserta Lokakarya Bahasa Indonesia yang diselenggarakan mulai 26 Mei 2008. Lokakarya itu diadakan oleh Balai Bahasa Banjarmasin, Depdiknas yang bekerja sama dengan Pemprov Kalimantan Selatan di Gedung Wartawan, PWI Kalsel, Jalan Lingkar Utara, Banjarmasin.
Hadir dalam lokakarya itu antara wartawan dari media cetak antara lain Grup Banjarmasin Post, Antara, Barito Post, Mata Banua, dan Radar Banjar. Selain itu, peserta berasal dari media elektronik a.l. TVRI Kalsel, RRI, dan Abdi Persada FM. Kemudian, Ketua Forum Bahasa Media Massa (FBMM) dan seluruh anggota yang telah tergabung di forum ini sejak 1 tahun.
Dalam penutupan lokakarya kemarin (29/5) mengungkap lokakarya seperti ini harus terus diadakan dan dipelajari lebih fokus sehingga mampu memberikan bekal dan meningkatkan kemampuan wartawan menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih baik dan benar. “Sehingga diharapkan media massa sebagai penyebar informasi pertama kali dan yang mempunyai kapasitas lebih luas harus memberikan informasi yang benar pula dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” demikian yang disampaikan T.D. Asmadi, pembimbing lokakarya tersebut sekaligus sebagai Ketua FBMM Pusat dan pembimbing utama lainnya, Drs. Abdul Gaffar Ruskhan, M.Hum., pakar bahasa dari Pusat Bahasa.
Antusias Wartawan Ikut Lokakarya
Begitu besar dan pentingnya peran dari media massa dalam meningkatkan dan menjaga bahasa Indonesia di masyarakat sehingga membuka kesadaran wartawan untuk lebih mendalami penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal itu tidak terlepas dari keinginan dan kemampuan wartawan membuka diri untuk belajar dan memahami bahasa Indonesia yang selama ini dianggap mudah dan tidak perlu dipelajari oleh masyarakat kita. Ternyata bahasa Indonesia sendiri lebih sulit dipelajari dibandingkan dengan bahasa asing yang banyak dipelajari di sekolah formal maupun lembaga nonformal.
“Rendahnya nilai UAN dan nilai mata pelajaran ini oleh pelajar merupakan salah satu contoh yang nyata kurangnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar” ujar salah satu peserta Lokakarya Bahasa Indonesia yang diselenggarakan mulai 26 Mei 2008. Lokakarya itu diadakan oleh Balai Bahasa Banjarmasin, Depdiknas yang bekerja sama dengan Pemprov Kalimantan Selatan di Gedung Wartawan, PWI Kalsel, Jalan Lingkar Utara, Banjarmasin.
Hadir dalam lokakarya itu antara wartawan dari media cetak antara lain Grup Banjarmasin Post, Antara, Barito Post, Mata Banua, dan Radar Banjar. Selain itu, peserta berasal dari media elektronik a.l. TVRI Kalsel, RRI, dan Abdi Persada FM. Kemudian, Ketua Forum Bahasa Media Massa (FBMM) dan seluruh anggota yang telah tergabung di forum ini sejak 1 tahun.
Dalam penutupan lokakarya kemarin (29/5) mengungkap lokakarya seperti ini harus terus diadakan dan dipelajari lebih fokus sehingga mampu memberikan bekal dan meningkatkan kemampuan wartawan menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih baik dan benar. “Sehingga diharapkan media massa sebagai penyebar informasi pertama kali dan yang mempunyai kapasitas lebih luas harus memberikan informasi yang benar pula dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” demikian yang disampaikan T.D. Asmadi, pembimbing lokakarya tersebut sekaligus sebagai Ketua FBMM Pusat dan pembimbing utama lainnya, Drs. Abdul Gaffar Ruskhan, M.Hum., pakar bahasa dari Pusat Bahasa.
Lokakarya Bahasa Indonesia 2008
Salah satu kerja sama Balai Bahasa Banjarmasin dengan Pemprov Kalsel tahun 2008 ini adalah Lokakarya Bahasa Indonesia bagi Wartawan dan Penyiar Radio/TV baik dari pemerintahan maupun dari swasta. Rencana kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 26 s.d. 29 Mei 2008 di Gedung Wartawan PWI Kalsel, Sungai Andai, Banjarmasin.
Kegiatan itu sendiri akan dihadiri sekitar 35 orang peserta dan pembimbing dari pusat yaitu Ketua FBMM, T.D. Asmadi dan Drs. Abdul Gaffar Ruskhan, M.Hum., Pusat Bahasa. Materi yang diberikan antara lain Teori Menulis Berita, Teori Menulis Feature, Teori Menulis Artikel, dan sekaligus praktiknya.



